Raportan Naik Kelas: Santri Menyampaikan Capaian Prestasi Secara Langsung kepada Orang Tua

SMP Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen menghadirkan terobosan dalam agenda raportan semester gasal dengan konsep presentasi capaian prestasi santri secara langsung di hadapan orang tua. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari dengan melibatkan seluruh santri dan wali santri, menjadikan momen pembagian raport tidak lagi sekadar seremonial, tetapi ruang edukatif yang bermakna.

Sebanyak 18 ruang kelas disulap menjadi ruang presentasi. Setiap ruangan difungsikan layaknya mini forum akademik, tempat santri memaparkan hasil belajar dan capaian prestasi mereka selama satu semester. Para santri menyampaikan presentasi menggunakan media PowerPoint (PPT) yang mereka susun sendiri selama satu pekan penuh dengan pendampingan guru.

Pelaksanaan kegiatan dibagi berdasarkan jenjang kelas. Pada Rabu, 17 Desember, agenda raportan diikuti santri kelas VIII. Kamis, 18 Desember, giliran santri kelas IX yang tampil mempresentasikan capaian mereka. Sementara itu, pada Jumat, 19 Desember, santri kelas VII mendapat kesempatan yang sama untuk menunjukkan hasil belajar dan perkembangan diri mereka kepada orang tua.

Kepala SMP Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen menyampaikan bahwa konsep raportan presentatif ini dirancang untuk membangun tanggung jawab dan ketangguhan santri. Ia menjelaskan bahwa raport bukan hanya kumpulan angka, melainkan refleksi proses panjang yang perlu dipahami dan dipertanggungjawabkan oleh santri sendiri.

“Capaian prestasi santri adalah gambaran proses belajar selama enam bulan atau satu semester. Di dalamnya terdapat enam capaian utama, yakni capaian literasi membaca dan menulis, capaian juara, capaian kedermawanan melalui infaq Kencleng Berbagi, capaian hafalan Al-Qur’an, capaian golden habit yang mencerminkan kebiasaan salat berjamaah dan tilawah, serta capaian kelas unggulan,” ujar kepala sekolah dalam keterangannya.

Ia menambahkan, melalui presentasi ini santri dilatih untuk menyampaikan progres diri secara jujur dan percaya diri. Secara tidak langsung, kegiatan ini juga menjadi sarana akselerasi kemampuan public speaking santri sejak usia sekolah menengah pertama.

Orang tua santri menyambut positif kegiatan tersebut. Mereka menilai pendekatan ini membuat anak lebih bertanggung jawab atas proses belajarnya. Dengan mendengar langsung pemaparan santri, orang tua dapat memahami kelebihan, tantangan, sekaligus potensi yang perlu dikembangkan bersama antara sekolah dan keluarga.

Kegiatan raportan naik kelas ini menjadi bukti komitmen SMP Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen dalam menghadirkan pendidikan yang berorientasi pada prestasi, karakter, dan nilai-nilai Qur’ani. Sekolah berharap model raportan ini dapat terus dikembangkan sebagai budaya akademik yang mendidik, menguatkan mental santri, serta mempererat kolaborasi antara sekolah dan orang tua.